PERCEPATAN CAPAIAN INDIKATOR PEMBENTUK IPM PROVINSI LAMPUNG


PERCEPATAN CAPAIAN INDIKATOR PEMBENTUK IPM PROVINSI LAMPUNG

Pembangunan manusia merupakan salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satu ukuran pembangunan manusia adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang diperkenalkan oleh United Nation Development Programme – UNDP pada tahun 1990. IPM mengukur pembangunan manusia dari tiga aspek dasar yaitu : Long andHealthy Life (umur panjang dan hidup sehat), Knowledge (Pengetahuan) dan Decent Standard of Living (Standar hidup layak).

Dalam rangka meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)Provinsi Lampung melalui Bidang Perencanaan Pemerintah dan Pembangunan Manusia (P3M) menggelar Rapat Percepatan Capaian Indikator Pembentuk IPM Provinsi Lampung di Ruang Rapat Bappeda Lantai 3, Senin (12/02/2018). 

Rapat ini dihadiri oleh perwakilan BappedaKabupaten/Kota, Badan Pusat Statistik, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Lampung, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perdagangan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Biro Perekonomian, Dewan Pendidikan Provinsi Lampung dan Tim Eksisting dari Universitas Lampung. 

Kepala Bappeda Ir. Taufik Hidayat, MM.,MEP. yang turut membuka rapat ini memaparkan, terdapat tiga komponen pembentuk IPM diantaranya Indeks Pendidikan, Kesehatan dan Daya Beli Masyarakat atau Ekonomi. IPM juga dilihat dalam empat kategori, yaitu Sangat Tinggi (IPM ≥ 80),Tinggi (70 ≤ IPM ≥ 80), Sedang (60 ≤ IPM ≥ 70) dan Rendah (IPM ≤ 60). MenurutTaufik, IPM adalah gambaran kesuksesan penyelenggaraan pemerintahan karena tujuan utamanya adalah kemakmuran masyarakat. 

"Kita akan mensinergikan program-program kita ke depan untuk meningkatkan angka IPM ini sehingga lajunya makin bisa dipercepat. Kita juga sudah membuat roadmap peningkatan IPMProvinsi Lampung dan harapannya akan meningkatkan angka tahun sebelumnya, atau minimal kita dapat memperkecil kesenjangan antara IPM Lampung dan Nasional," kata Taufik. 

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Tim Universitas Lampung, IPM Provinsi Lampung masih dibawah Nasional dan terendah di Sumatera (67,65) pada 2014-2016. Kabupaten/Kota yang memiliki IPM tinggi diatas IPM Nasional adalah Bandar Lampung (75,34) dan Metro (75,45), sedangkan daerah lainnya ada di bawah IPM Nasional (70,18). 

Kepala Bidang P3M Bappeda ProvisnsiLampung Fitrianita Damhuri, S.SPT., MSi. turut mengajak segenap aparatur daerah untuk bersinergi meningkatkan angka IPM Lampung. Melihat besarnya kesenjangan angka IPM Provinsi Lampung dan IPM Nasional, maka perlu adanya program-program atau momentum yang dapat dilakukan dalam meningkatkan derajat hidup masyarakat sehingga merata di seluruh Lampung. "Dari data TNP2K, di Lampung ini terdapat 3 kabupaten yang menjadi prioritas dalam hal penanganan derajat gizimasyarakat. Tiga daerah ini, Lampung Selatan, Lampung Tengah Dan Lampung Timur,bisa kita jadikan prioritas percepatan IPM Lampung dalam indeks kesehatan," kata Fitriana. 

Sekretaris Bappeda Elvira Umihanni, SP.,MT. menambahkan, dalam rangka peningkatan percepatan IPM Provinsi Lampung maka dapat dilakukan dengan beberapa hal seperti melakukan advokasi pendidikan,peningkatan pendapatan dengan penanggulangan kemisiknan yang melibatkan OPD misalnya dengan pemanfaatan pekarangan rumah, dan menggali potensi daerah-daerah di Lampung seperti potensi dalam bidang pendidikan, pertanian atau lainnya.

 

 





Share Berita / Informasi :
Facebook Komen :